NgamprahPemerintahanPolitikRagam Terkini

Polemik Gedung Dewan, Jamu Sebut “Kutukan Empu Gandring Jadi Kiasan di KBB”

NGAMPARAH— Pakar Pemerintahan dan Politik pada Universitas Nurtanio (Unur), Djamu Kertabudhi mengatakan, jika masalah pembangunan gedung dewan terus bergulir, akan berdampak pada aspek hukum dan politik. “Rupanya kutukan Empu Gandring jadi kiasan di KBB,” sebut Djamu kepada redaksi, Jumat (20/9/2019).

Tiga Fraksi di DPRD KBB yaitu Fraksi Gerindra, PKB, dan PKS menyatakan ketidaksetujuannya, bahkan Pemda KBB diminta menangguhkan pembangun Gedung DPRD KBB dengan nilai proyek sebesar 150 M ini dengan alasan realisasi APBD 2019 dalam kondisi defisit.

Padahal pihak pemda sudah melangkah jauh dengan telah ditetapkannya hasil lelang proyek ini, dan pihak ketiga pemenang lelang sudah mulai pengerjaan awal.

Dari sisi kebijakan, sebenarnya sudah ada persetujuan bersama antara Bupati dan DPRD bahwa pembangunan Gedung DPRD ini dilakukan melalui tahun Jamak. Artinya dibiayai selama dua tahun, dan ditetapkan dalam APBD 2018 dan 2019. Namun pelaksanaannya baru dimulai tahun 2019 ini. Konon sumber pembiayaan proyek ini didanai bersama melalui bantuan keuangan dari Pemerintah Pusat, Gubernur, dan APBD KBB. Namun hasil penulusuran pihak DPRD katanya bantuan keuangan dari tingkat atas ini belum jelas.

“Inilah satu dari berbagai persoalan yang dihadapi Pemda KBB. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Pemda dan DPRD belum kondusif,” kata Djamu.

Namun demikian, lanjut Djamu, manakala hal ini sebagai bagian dari wujud “check & balance” (saling kontrol) antarlembaga daerah, seyogyanya pihak DPRD menindaklanjutinya melalui mekanisme yang seharusnya. Dimana pihak fraksi-fraksi atau beberapa Anggota DPRD lintas fraksi, menyampaikan nota pendapat kepada pimpinan DPRD, dan dilanjutkan dengan rapat konsultasi. “Sehingga rekomendasi pimpinan DPRD kepada bupati berdasarkan hasil rapat tersebut,” tandasnya. ****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close