NgamprahPemerintahanRagam Terkini

APBDP tak Ketok Palu, SKPD KBB Menjerit

NGAMPARAH— Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan bakalan menjerit, jika Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) gagal ketok palu.

Salah seorang, kepala dinas di Pemkab Bandung Barat, mengaku kaget, jika memang APBD 2019 KBB tidak jadi diketok palu. “Kalau sekarang tidak ketok palu, bagaimana itu negara (Pemda KBB) mengalami defisit tidak disesuaikan dalam perubahan anggaran,” kata salah seorang kepala dinas di Pemkab Bandung Barat yang namanya enggan disebutkan kepada ragam daerah, Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, menjalankan program dinas tergantung dari APBDP. Tentunya, itu setelah tiap dinas dinyatakan defisit. “Jadi dalam APBD itu, akan ada rasionalisasi anggaran. Program mana yang mesti dilanjut, dan tidak,” ungkapnya.

Nah, lanjutnya, jika tidak jadi ketok palu defisit anggaran Rp 177 miliar harus ditanggung oleh pemerintah. “Dinas tinggal melaksanakan saja programnya. Tapi pertanyaannya mau siapa yang bayarnya?,” katanya.

Seharusnya, kata dia, Sekda selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), langsung merspon kemungkinan APBDP gagal ketok palu. “Tong cicing wae sekda cepat respon. Lelang kan jalan terus enggak tahu kalau kas daerah defisit, rek mayar make naon,” grutunya.

Seluruh dinas saat ini menunggu ketok palu APBDP, untuk menjalankan program yang bisa dilanjutkan mana yang tidak berkaitan dengan rasionalisasi anggaran. “Bukan mengesampingan kegiatan sekarang. Tapi alangkah baiknya fokus kepada APBDP,” katanya.

Dinas di KBB saat ini tengah diunjung tanduk. Unit Pelaksana Teknis (UPT), sangat membutuh oprasional bahan bakat minyak (BBM) yang berimbas kepada pelayanan masyarakat. “Kebayang tidak, kalau mobil pelayanan masyarakat tidak jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat, pasti masyarakat akan ribut,” tandasnya. ****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close