NgamprahPolitikRagam Terkini

PDIP Paling Diminati, Buktinya 38 Balonkada Ikut Tes

BANDUNG– PDIP menjadi partai paling diminati bakal calon kepala daerah (Balonkada) sebagai ‘tunggangan’ politik maju dipilkada. Terbukti, sebanyak 38 bakal calon kepala daeran (Balonkada) dari 8 kabupaten/kota di Jawa Barat yang mendaftar melalui PDI Perjuangan mengikuti fit and proper tes di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jl Pelajar Pejuang 45 Kota Bandung, Sabtu (28/9/19).

Ke-38 balon kada tersebut bersiap mengikuti Pilkada Serentak 2020 yang digelar di daerahnya masing-masing, antara lain Kabupaten Bandung, Indramayu, Karawang, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Pangandaran dan Kota Depok.

Mereka mendaftar dan telah melalui proses penjaringan melalui pintu DPC dari tanggal 1 sampai 20 September 2019, dan pintu DPD dari tanggal 21 sampai 27 September 2019. Setelah penjaringan melalui pintu DPD ditutup tanggal 27 September 2019 tepat pukul 24.00, DPD langsung melaksanakan fit and proper test (uji kelayakan) kepada Bakal Calon Kepala Daerah secara serentak

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono menyebut ada 9 aspek ideologis dan visi kerakyatan dalam uji kelayakan balon kada ini. “DPD PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan yang diberikan, karena melalui proses penjaringan secara terbuka dan diumumkan melalui media masa, media sosial dan alat peraga, telah terjaring 38 orang Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah yang terdiri dari unsur kader partai, tokoh masyarakat, ulama, pengusaha, Bupati/Wakil Bupati petahana, sampai kader partai lain,” ungkap Ono, Sabtu (28/9/2019).

Sebagai Partai Pelopor, kata Ono, PDI Perjuangan lebih dahulu melakukan penjaringan karena menginginkan figur calon kepala daerah yang mampu mengatasi masalah-masalah rakyat, juga mampu mendudukan ideologi Pancasila di atas politik yang menggunakan cara-cara pragmatis dan transaksional.

“Sehingga dengan waktu yang panjang akan mempunyai kesempatan lebih luas untuk mengeksplore figur-figur yang terjaring dan akhirnya mendapatkan figur yang paling layak untuk dapat dipilih rakyat,” jelas Ono.

Ia menguraikan uji kelayakan tersebut diisi oleh materi-materi yang memiliki aspek sangat penting bagi 8 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada dan Jawa Barat secara umum, yaitu :

Pertama, ideologi Pancasila menjadi dasar utama ukuran penilaian, mengingat kondisi Jawa Barat dan beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat yang kental dengan isu-isu radikalisme dan intoleransi serta penyebaran faham-faham yang bertentangan dengan Pancasila.

Kedua, kesejahteraan rakyat masih menjadi tantangan di Jawa Barat, sehingga Pancasila sebagai living ideologi (ideologi yang hidup) harus pula dapat dijabarkan dalam bentuk visi, misi dan program pemerintah daerah yang menitikberatkan pada 5 prioritas program kerakyatan ; Sandang Pangan Papan; Pendidikan dan Kesehatan; Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial; Lingkungan Hidup, Pariwisata dan Infrastrukur, serta Agama, Kepercayaan, Seni dan Budaya.

Setelah para peserta mengikuti fit and proper test, kata Ono, selanjutnya mulai minggu depan akan dilakukan survey untuk mengukur sumber daya/potensi semua figur. Bakal calon juga dapat melakukan sosialisasi kepada masyrakat, dan DPC/DPD partai akan melakukan komunikasi untuk membangun koalisi antar partai politik.

“Setelah itu, DPD Partai akan melaporkan secara utuh kepada DPP Partai untuk selanjutnya dilakukan pendalaman kembali oleh DPP Partai. Mudah-mudahan paling lambat Januari-Februari 2019, DPP Partai sudah mengeluarkan rekomendasi Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah di delapan Kabupaten/Kota tersebut,” jelas Ono.

Ono berharap PDI Perjuangan bisa memenangkan Pilkada di 8 Kabupaten/Kota. “Tetapi bila tidak memungkinkan, paling tidak lima kabupaten/kota bisa dimenangkan,” pungkasnya.***


Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close