PadalarangPariwisataRagam Terkini

Zahira Aisyahrani Wibowo Juarai Pasang Giri Jaipong Bandung Raya di Ramayana Padalarang

PADALARANG— Debut Zahira Aisyahrani Wibowo dibidang seni tak diragukan lagi. Ditiap event Pasinggiri Jaipong, Zahira selalu menorekan prestasi, baik tingkat Kota Cimahi maupun Bandung Raya.

Zahira Aisyahrani Wibowo menjuarai pasang giri jaipong se-Bandung Raya yang digelar di Ramayana Padalarang.

Ila–begitu biasa disapa, keluar menjadi juara pertama dalam event Pasang Giri Jaipongan se-Bandung Raya, yang diselenggarakan Ringkang Nonoman Production bekerjasama dengan Ramayana Padalarang pada Sabtu (6/10/2019).

Anak didik, dari Sanggar Seni Tari Jalinger Citereup Cimahi ini, penampilannya cukup memukau juri dari Institut Seni Budaya Bandung. “Senggot”, nama tarian yang dibawakan secara tunggal, putri pasangan Hadi Wibowo dan Dewi Rohayati ini, cukup apik memperagakannya di hadapan tiga juri. Gerakannya cukup luwes. Tak pelak, diakhir penampilannya dengan nomor urut 03 kategori TK, tiga juri spontan langsung mengacungkan jari jempolnya.

Diakhir acara, juri pun memberi nilai 869, dan diumumkan sebagai pemenangnya untuk kategori TK, berhak membawa tropi piala, sertifikat, serta uang pembinaan dari panitia. Zahira merupakan alumni dari TK Riyadol Khasanah Kota Cimahi yang kini duduk di kelas 1 SD Cempaka Citeureup Cimahi Utara.

Prestasi itu, tak lain berkat peranan orangtua yang selalu mensuportnya. “Alhamdulilah, prestasi ini menjadi kebanggan bukan buat orangtuanya saja tetapi Sanggar Tari Jalinger, dan saya ucapkan terima kasih kepada Teh Riska pelatih di Sanggar Jalinger yang terus mensuport semua anak didiknya, dan kelak bisa terus berprestasi di event-event yang akan datang,” kata Dewi Rohyati ibunda dari Zahira.

Sementara itu, Event Pasang Giri Jaipong se-Bandung Raya, yang diselenggarakan Ringkang Nonoman Production bekerjasama dengan Ramayana Padalarang, setidaknya diikuti 65 peserta untuk kategori tunggal dari mulai tingkatan TK, SD, SMP dan SMA. Sedangkan, kategori rampak atau beregu, diikuti 9 grup, dan setiap grup diisi lima penari. Tak heran, pasang giri yang buka pukul 08.00 baru selesai hingga pukul 21.00 sangking membludaknya peserta.

“Kegiatan ini dalam rangka memfasilitasi sangar seni yang ada di Bandung Raya dan KBB khusunya agar bisa terus berkreasi, dan kebetulan bertepatan di bulan Oktober ini ada hari bersejarah yakni Hari Kesaktian Pancasila dan HUT TNI untuk menanamkan rasa nasionalisme sejak dini,” ujar Ketua Pelaksana Pasanggiri Jaipong se-Jawa Barat dari Ringkang Nonoman Production dan Ramayana Padalarang, Ayi Rana Sutisna, S.Pd.

Advisor Manajer Ramayana Padalarang, Rexa Muekty berharap, kegiatan yang digelar bisa meningkatkan kreativitas pegiat seni yang ada di Bandung Raya, khususnya di KBB. “Kami pihak Ramayana siap memfasilitasi para pegiat seni agar bisa lebih maju dan kreatif dalam mengembangkan seni budaya Sunda,” tandasnya. ****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close