Kota BandungPariwisataRagam Terkini

Meniti Karier dari Nol, Goes Kabaya Gallery Bisa Menasional

BANDUNG– 10 tahun sudah, Goes Kebaya Gallery berkiprah. Galeri berlamat di Jalan Terusan Kopo Ketapang, Kabupaten Bandung, menampilkan prodak-prodak kebaya unggulan yang sudah menasional.

Dari mulai kabaya tradisional Kartini, Jawa, Encim, Bali hingga Kutu Baru. Sedangkan kabaya modern, yang saat ini tengah digandurungi kaum milenial adalah modern simple dan casual.

Owner Goes Kabaya Gallry, Agus Juhari foto atas. Demo make up pengantin diacara Gebyar 10 Anniversary Geos Kabaya” Hotel Inperium Bandung, Sabtu (12/10/2019).

Nah, moment “Gebyar 10 Anniversary Geos Kabaya” Hotel Inperium Bandung, Sabtu (12/10/2019), menampilkan pameran prodak Gallry Goes Kabaya dan juga lomba make up pengantin, yang diikuti peserta dari Kota Bandung dan sekitarnya, Tanggerang, Majelengka, serta Subang. Hadiah akan memperebutkan produk kabaya dari Goes Kabaya yang harganya lumayan.

Sedangkan harga promo dari prodak Goes Kabaya cukup terjangkau, dari mulai Rp 900 ribu hingga Rp 3,5 juta . Inez kosmetik juga ikut memeriahkan dalam acara itu, juga Rampak Jaipong Jalinger Cimahi mengisi kemeriahan dalam moment itu.

Ditemui Redaksi Ragam Daerah, Owner Goes Kabaya Gallry, Agus Juhari menceritakan perjalanan kariernya sebagai desainer kebaya. Agus, bukan lah pria yang langsung menikmati di balik kesuksesannya saat ini, bisa memasarkan prodak kabayanya hingga ke Bali dan Sumatera. Agus, pria yang cukup ulet. Meniti karier dari nol, memasarkan rencangan kebayanya secara door to door dari rumah ke rumah.

Nah, yang uniknya lagi, Agus bukanlah jebolan sekolah desainer seperti kebanyakan perancang busana. Keahlianya itu, didapatnya secara otodidak. “Alhamdulillah mungkin sudah rezeki saya di sini (desainer kebaya, red),” kata Agus.

Selama 10 tahun ini, Agus lebih memfokuskan kepada produknya itu dengan terus memproduksi kebaya. “Selama fokus membuat kebaya konsumen terus bertambah banyak,” ungkap semberi tersenyum.

Produk kebaya yang dipasarkan, Agus mengaku, lebih mengutamakan pada kualitas. Harganya tidak terlalu mahal ataupun terlalu murah dikisaran Rp 3,5 juta hingga Rp 8 juta. “Itu tergantung dari pesan kunsumen,” ungkapnya.

Hanya satu harapnnya selama 10 tahun berkiprah ini, yakni bisa dicintai produknya dan lebih banyak lagi pelanggannya. ****

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close