PolitikRagam TerkiniSoreang

Fraksi PKB “Tempur”, Perjuangkan Insentif Guru Ngaji di Kabupaten Bandung

SOREANG— Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung tengah “tempur”. Yakni, memperjuangan agar guru ngaji di Kabupaten Bandung mendapat insentif. “Kita tengah berjuang agar bisa diperdakan,” ujar Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung, H. Uya Mulyana kepada Ragam Daerah, Selasa (15/10/2019).

Pertimbangan Fraksi PKB memperjuangan insentif guru ngaji, lantaran kota/kabupaten lain di Jawa Barat, sudah mendapatkannya. “Cek saja di KBB misalkan, sudah ada insentif buat guru ngaji. Masa Kabupaten Bandung dari dulu tidak ada,” sebut Uya.

Menurut Uya, insentif guru ngaji tidak hanya kewajiban dari Kantor Kementerian Agama semata. Namun, pemerintah daerah pun mempunyai kewajiban untuk memberikannya. “Nanti bisa dimasukan dalam pendidikan non formal. Karena guru ngaji di mushola, mesjid, madrasah hingga saat ini belum ada yang meliriknya diusulkan pun tidak,” ungkapnya.

Soal besaran berapa insentif bagi guru ngaji, Uya mengatakan, masalah itu tentatif, bisa dikisaran Rp 350 ribu/bulan. “Kabarnya juga insetif itu sudah di masukan dalam alokasi dana desa. Nah di Kabupaten Bandung berapa jumlah guru ngaji kan tidak ada,” ungkapnya.

Soal data guru ngaji, sebut Uya, pengalamannya saat di Kabupaten Bandung Barat diminta dari ormas Islam. Makanya, Uya tahu persis, jika di Kabupaten Bandung Barat jumlahnya hingga 8000 lebih. “Biasanya ormas Islam yang punya. Kalau pun nantinya ada irisan dari Undang-Undang Pondok Pesantren, tapi kan pondok pesantren irisannya yang mempunyai pondok. Tapi bagaimana yang tidak mempunyai pondok hanya tiga sampai lima pengajar, siapa yang akan meliriknya,” tandas Uya. ****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close