Ragam Terkini

Hindari Bentrok Massa Pendukung Cakades, Panitia Pilkades KBB Gelar Deklarasi Damai

Acara penandatanganan deklarasi damai Cakades Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamparah, KBB salah satu upaya menghindari bentrok massa cakades.

NGAMPARAH— Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tingkat Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak mau kecolongan. Kejadian bentrok massa pendukung calon kades (Cakades) di Kabupaten Bandung, menjadi perhatian pihak panitia Pilkades KBB.

“Penandatanganan deklarasi damai para Bakal Calon Kades Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah di bawah Ketua Panitia Pilkades Desa Gadobngkong, Ibu Ai contoh buat panitia yang lainnya,” ujar Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa (DPMD) KBB, Wandiana yang merupakan salah satu unsur kepanitiaan Pilkades tingkat kabupaten kepada Ragam Daerah, Sabtu (19/10/2019).

Pihaknya akan menyarankan kepada panitian di tingkatan desa lain, untuk segara melakukan langkah deklarasi damai antarcakades. “Di tingkat KBB nanti saat setelah salat subuh berjamaah ada deklarasi damai semua calon kades hadir dengan panitia desa, kades, BPD, Muspika, dan Fokorpinda,” pungkasnya.

Seperti diberitakan bentrok fisik terjadi antara pendukung calon kepala desa di beberapa desa, jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 di Kabupaten Bandung. Bentokan bahkan sampai terjadi korban luka-luka akibat benda tajam.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Iman Irianto menyampaikan, insiden jelang Pilkades telah terjadi beberapa waktu lalu. Di antaranya bentrok fisik antara para pendukung calkades di Desa Kopo Kecamatan Kutawaringin, bentrok fisik di Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, hingga jatuh korban luka-luka dari salah satu pendukung akibat sabetan senjata tajam sehingga korban harus dilarikan ke rumah sakit.

Kemudian keributan antara pendukung juga terjadi di Desa Biru dan Cidawolong, Kecamatan Majalaya. Di dua desa ini telah terjadi penganiayaan dengan senjata tajam saat bentrokan antara pendukung calon. Termasuk insiden perusakan alat peraga kampanye di Desa Cingcin, Kecamatan Soreang.

Menurut Iman, para pelaku bentrok fisik hingga melukai korban sudah diamankan pihak kepolisian. “Kami dapat laporan, insiden itu terjadi karena ada intimidasi dan penganiayaan terhadap lawan politiknya. Namun saat ini sudah diantisipasi dan sudah kondusif setelah dilakukan pendekatan persuasif,” kata Iman usai audensi dengan Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, belum lama ini

Kaitan itu, tutur Iman, pihaknya bersama pihak kepolisian, TNI, Satpol PP, selalu mewaspadai daerah rawan konflik jelang Pilkades dan pelaksanaan Pilkades. “Ini potensi kerawanan yang akan mengganggu pelaksanaan pilkades. Untuk antisipasi terjadinya konflik, kita melakukan pola pengamanan bersama TNI, Polri, terutama pada hari H pencoblosan,” paparnya.

Polanya antara lain, satu TPS satu polisi, satu TNI (Babinkantibmas, Babinsa), diperkuat Satpol PP, dua Pamsung, dua Pamyah di tiap TPS. “Ada sekitar 6.155 personil pengamanan untuk mendukung pelaksanaan Pilkades,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi maraknya perjudian pada Pilkades, menurut Iman, pihaknya membentuk Satgas anti judi dan upaya pengamanan bersama Polri. Satgas akan menindak tegas dan akan menangkap para pelaku judi pada Pilkades.

“Mudahan-mudahan dengan adanya deklarasi damai oleh para calon kepala desa kemarin, pelaksanaan Pilkades serentak ini bisa berjalan aman, tertib, sukses tanpa ekses,” ucap Iman.

Audensi terkait Pilkades serentak yang akan dilaksanakan 26 Oktober 2019 di 199 desa dalam 30 kecamatan tersebut, dipimpin Ketua Komisi A DPRD Kab Bandung Erwin Gunawan. Selain anggota komisi, hadir pula Asisten Pemerintahan, H Ruli Hadiana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Tata Irawan, Kepala Satpol PP Kawaludin dan pihak terkait lainnya. (Hadi Wibowo)


Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close