NgamprahPemerintahanRagam Terkini

Bupati Pastikan Rotasi Mutasi Pejabat KBB Bulan Ini

NGAMPARAH— Reformasi birokrasi besar-besaran nampaknya bakal terjadi di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat dalam waktu dekat ini.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna memastikan soal rotasi mutasi besar-besaran itu akan dilakukan pada bulan November ini. Cuman soal kapan waktunya masih dirahasiakan. “Iya November ini,” kata bupati singkat menjawab pertanyaan dari wartawan terkait rotasi mutasi.

Sementara itu, sebanyak 41 pejabat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah harap-harap cemas. Mereka menanti pengumuman hasil seleksi lelang jabatan atau open bidding untuk mengisi kekosongan empat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) pada Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) serta tiga jabatan fungsional sebagai staf ahli bupati. Hasil seleksi tersebut rencananya bakal diumumkan pada mereka, Senin mendatang (4/11/2019) oleh Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB.

“Kita dapat infonya, baru Senin mendatang dikabari hasilnya. Sekarang saya cuma menunggu kabarnya saja, apakah masuk tiga besar atau tidak,” ucap salah seorang pejabat KBB yang mengikuti open bidding tersebut.

Menurutnya, persaingan untuk mendapatkan posisi tiga besar itu lumayan ketat. Ia yang enggan menyebut identitasnya, cuma berusaha mengikuti tahap demi tahap asesment seleksi terbuka ini.

Kepala Badan BKPDSM KBB Asep Ilyas mengatakan, sistem penilaian seleksi pengisian jabatan struktural dan fungsional tersebut dilakukan secara akumulatif dari beberapa tahapan. Mulai dari seleksi administrasi, assesment, karya tulis makalah kemudian terakhir wawancara yang diselenggarakan oleh Panitia Seleksi (Pansel). “Jadi dari 41 orang yang ikut seleksi, setelah mereka selesai mengikuti seleksinya nanti diambil tiga besar. Kalau sudah tiga besar mah hasilnya, itu terserah pak bupati. Terkecuali untuk jabatan Kepala Kadisdukcapil, itu mah beda,” terang Asep.

Dijelaskan Asep, untuk menduduki jabatan Kadisdukcapil, harus mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bupati mengajukan tiga nama hasil seleksi tersebut pada Kemendagri dengan rekomendasi dari gubernur. “Kalau jabatan untuk Kepala Kadisdukcapil, kita mengacu pada Permendagri Nomor.219 tahun 2017,” ucapnya.

Sedangkan untuk seleksi penetapan pejabat tersebut pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Pansel yang terdiri dari Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai Ketua, dibantu oleh Kepala Inspektorat serta dari kalangan akademisi yakni Unpad dan STPDN. “Hari ini baru rekapitulasi di pansel. Hasilnya untuk tiga besar ini, akan kita umumkan secepatnya,” beber Asep.

Sementara, berdasarkan catatan di BKPSDM KBB dari 41 pejabat yang mengikuti assesment tersebut paling banyak pada jabatan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA), yakni 10 orang. Kemudian untuk jabatan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM dan Staff Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Pembangunan, peminatnya masing-masing 6 orang. Kemudian untuk jabatan Staf ahli Bidang Pemerintahan dan Politik 5 orang dan yang paling sedikit peminatnya adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) hanya 4 orang.

Meski hasil seleksi 3 besar tersebut belum juga resmi diumumkan, namun rumor yang berkembang kian santer. Semisal untuk jabatan Disperindag, bakal dipercayakan pada Ricky Riyadi. Pejabat lainnya yang ramai disebut-sebut menduduki jabatan Kadisdukcapil Hendra Trismayadi, Kepala Dinas PPKBPPPA Wewen Sarwendah, Kepala Dinas Kearsipan Denny Buchori. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close