CipongkorPeristiwaRagam Terkini

Pilkades Girimukti Cipongkor Masih Bergejolak

CIPONGKOR– Pemilihan Kepala Desa Girimukti, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat ( KBB) masih bergejolak. Aksi warga menuntut pemilihan ulang atau membuka kotak suara untuk dihitung ulang tak digubris pihak panitia pilkades. “Sampai hari ini masih belum ada keputusan yang diambil oleh pihak panitia pilkades,” ujar Koordinator Aksi Warga Girimukti yang menuntut pemilihan ulang atau penghitungan kembali, Arief kepada redaksi, Kamis (5/12/2019).

Menurut Arief, panitia pilkades tinggal ambil keputusan buka ulang kotak suara dan hitung ulang di tingkat desa yang disaksikan oleh berbagai pihak. “Jika seandainya ternyata clear tidak ditemukan dan pembuktian kecurangan maka kami pun akan menerima dan bisa tidur pulas serta berbaur kembali seperti semula,” sebutnya.

Arief mengaku kecewa birokrasi seolah berbelit dan terlalu banyak lempar bola ke sana kemari dan terkesan lamban. “Begitu sulitkah mengayomi keinginan masyarakat yang notabene kami adalah bagian dari perubahan KBB pendukung Akur yang ingin hal-hal seperti ini diubah sesuai tagline Bandung Barat Lumpaaat,” ungkapnya.

Arief yakin, masalah ini Panitia Pilkades tingkat KBB maupun Bupati Bandung Barat tidak berkepentingan siapapun yang menjadi kades di desanya. “Sama halnya kami, tidak perduli siapa pun kades di desa kami toh pada akhirnya kami akan ikut. Tetapi ketidak puasan dan hal-hal yang menjadi tanda tanya warga harus terjawab, sangat simple jangan malah ini terus dibiarkan menjadi sebuah kegamangan dan malah bisa menjadi peta konflik berkepanjangan di warga selama 6 tahu ke depan,” bebernya seraya menambahkan, “Jangan lah kami dipermainkan dengan aturan- aturan jelimet dan Panitia Pilkades KBB menutup mata agar turun ke bawah, kami adalah warga yang taat bayar pajak, jadi suara kami tolong dengarkan,” ungkapnya.

Arief berharap, sebelum pelantikan kepala desa terpilih harus sudah ada kejelasan titik terang. “Agar warga merasa puas, dan bisa kembali tidur nyenyak kembali ke habitatnya masing-masing itu saja permintaan warga,” ungkapnya.

Arief mengatakan, warga hanya menuntut pangkas aturan yang jelimet, simplekan keputusan, perintahkan penyelesaian perselisihan pilkades Girimukti di tingkat desa, buka kotak suara, hitung ulang. “Apapun hasilnya maka kami akan puas dan tidur pulas. Tidak perlu ada kejadian ke sana kemari seperti pelaporan pidana pilkades dan lain-lain,” pungkasnya.

Panitia Pilkades KBB Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarskat Desa (DPMD) KBB, Wandiana mengatakan, pihaknya belum menerima adanya aduan terkait protes warga Girimukti.

“Kami belum bisa memproses karena belum ada laporan dari wilayah,” katanya.

Wandi mengatakan, laporan wilayah itu sudah diatur dalam Perbup 25 Tahun 2019 tentang Pilkades Serentak Pasal 68-69. “Masalah tersebut menyampaikan kepada panitia desa dan dari panitia desa ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan selaku panwas,” ungkapnya.

Wandi menyarankan, polemik tersebut untuk segera diselesaikan di tingkat desa bersadasarkan musyawsrah mufakat. “Murni pilkades dari mulai oleh untuk menerapkan nilai silaturahmi budaya di desa yang terpenting diselesaikan sesuai dengan ketentuan,” tandasnya.

Sementara itu, belum ada jawaban dari pihak Panitia Pilkades Girimukti maupun Camat Cipongkor. Dihubungi Camat Cipongkor belum mengangkat telepon. ***



Digiprove sealCopyright secured by Digiprove
Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close