KesehatanNgamprahRagam Terkini

Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes KBB Lacak Pekerja Asing China di Kota Baruparahyangan

NGAMPRAH– Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Dinas Tenaga Kerja (Dianaker) KBB bakal melacak keberadaan pekerja asal China menyusul dugaan temuan satu pria asal China diduga terjangkit virus corona. Pria berinisial HB, 31, dirujuk dari RS Cahya Kawaluyan, Padalarang Kabupaten Bandung Barat menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dalam surat rujukan RSCK, HB mengalami demam sehabis pulang dari negaranya China tanggal 12 Januari 2020. “Banyak pekerja asing (asal China) yang tinggal di Kota Baruparahyangan. Makanya hari ini, kami minta difasilitasi oleh disnaker untuk lokasi (tempat tinggal) dimana saja,” ujar Kadinkes KBB, Hernawan Widjajanto dihubungi Ragam Daerah, Senin (27/1/2020).

Pelacakan tempat tinggal para pekerja asing asal China yang dilakukan Dinkes dan Disnaker, dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan medis terhadap para pekerja tersebut. “Sebelum screening (deteksi) tahap pemeriksaan medis, makanya saya mau ketemu Pak Iing dulu (Kadisnaker) untuk minta difaslitasi datanya dan lokasinya,” ungkap Hernawan.

Hernawan memastikan, petugasnya sudah siap bergerak melakukan pemeriksaan medis untuk wilayah terdekat Padalarang dan sekitarnya yang diindikasi menjadi tempat tinggal tenaga asing asal China tersebut.

“Ini baru info. Katanya warga Kota Baruparahyangan (pekerja asing asal China) banyak yang ngontrak di situ, kita antisipasi namun berdasarkan data dari dinasnaker resminya, saya mau sistem matisnya,” sebutnya.

Banyak atau tidaknya pekerja asal China yang ngontrak di Kota Baru, Hernawan belum memastikan sebelum ada data konkret dari disnaker. “Kita belum tahu. Tapi katanya banyak yang ngontrak tinggal di situ makanya kami minta datanya dulu,” pungkasnya.

Sementara itu, mengutip dari Tribun Jabar, satu pekerja asing asal China dirujuk dari RSCK menuju RSHS setelah diduga terindikasi virus corona.

“Iya, satu orang sudah masuk ruang isolasi rawat inap,” ujar Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hasan Sadikin Bandung, dr Tommi Ruhumat via ponselnya, Minggu (26/1/2020).

Ia mengatakan, dia dirujuk pada Minggu (26/1/2020). Kemudian, sempat dirawat di isolasi IGD RSHS.

“Dirujuk tadi siang, di isolasi IGD dulu. Sorenya sudah dipindah‎ ke isolasi rawat inap. Soal pekerjaannya belum tahu,” katanya.

Dugaan terjangkit virus corona didasarkanpada surat rujukan dari dokter yang pertama kali merawat.

“Di surat rujukannya tertulis, pasien mengalami demam menggigil, sakit tenggorokan kemudian ada riwayat pulang dari China,” ucapnya.

Karena diduga terjangkit virus corona, kata dia, ada dampak bagi pengaruh lingkungan tempat tinggal si pria tersebut.

“Si translatornya juga diperiksa tadi karena dikhawatirkan terjangkit. Tadi saat terima rujukan, tim saya langsung menggunakan pakaian khusu, lalu baru bisa kontak dengan pasien,” ujarnya.

Sementara itu, pihaknya juga menerima rujukan satu pasien dan langsung dirawat di ruang isolasi rawat inap. Rujukannya dari RS Boromeus Bandung.

“Ya, ada satu lagi, dirujuk dari RS Boromeus Bandung, sama dokternya langsung dirujuk ke isolasi IGD. Tapi yang suspek virus corona baru satu, yang WNA,” ucap Tommi. (wie/net)

Editor M Bowie

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close