PolitikRagam TerkiniSoreang

Ahmad Najib Qodratullah Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Ini Sorotannya

SOREANG– Fenomena sosial seperti Sunda Empire di Jawa Barat, Keraton Agung Sejagat di Purworejo, King of the King, menjadi pembahasan Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah, SE dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihelat di Padepokan Kisunda Ngalalana Jalan Raya Sukamenak, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung baru-baru ini.

Menurut Najib, pengikut atau anggota yang tertarik dan bergabung dengan kelompok tersebut, mayoritas berusia tua berasal dari kalangan menengah ke bawah atau kelompok masyarakat marginal yang tergoda oleh harapan masa depan lebih baik.

“Alasannya karena ketidak percayaan mereka terhadap kehadiran dan keberpihakan negara kepada kaum lemah, kaum miskin atau masyarakat terpinggirkan atas kondisi ketidak adilan yang mereka rasakan,” kata Najib.

Diakui atau tidak, ungkap Najib, terdapat kesenjangan antara penduduk kaya dengan miskin. Kelompok yang masuk dalam kategori kaya bisa mengakses beragam fasilitas, pendidikan, dan teknologi lebih mudah.

“Tapi sebaliknya tidak demikian dengan mereka yang masuk dalam kategori miskin. Alih-alih bersaing dengan yang kaya dalam hal pendapatan, untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar saja masih bergantung pada bantuan pemerintah,” ungkap Politisi PAN ini.

Najib menambahkan, juga munculnya kesenjangan menimbulkan masalah-masalah lain, seperti penduduk miskin, pengangguran, tingkat kejahatan, kualitas pendidikan, kemampuan daya beli masyarakat juga bisa memunculkan fenomena kehadiran raja- raja fiktif.

“Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga kokoh soko guru agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram, dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana,” katanya.

Najib menjelaskan, pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh. “Bila tiang rapuh maka bangunan akan mudah roboh,” katanya.

Empat pilar disebut juga fondasi atau dasar yang menentukan kokohnya bangunan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat. “Itu jadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat,” sebutnya.

Konsep empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa empat pilar tersebut adalah prinsip moral keIndonesiaan yang memandu tecapainya kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Pada prinsipnya negara wajib mengentaskan kemiskinan dan menjamin kesejahteraan bagi setiap warga negaranya. Kehadiran negara secara penuh melalui regulasi yang mengutamakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat akan mampu mempersempit kesenjangan antara kaya dengan miskin, serta mampu menangkal masuknya paham-paham ilutif-irasional,” pungkasnya. (****)



Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close