Ragam Terkini

Sosialisasi 4 Pilar, Agung Budi Santoso Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

CIMAHI– Program jaminan sosial masyarakat, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan menjadi fokus garapan
Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Agung Budi Santoso. Agung menyebutkan, jaminan sosial telah diatur dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.

“Kalau BPJS Kesehatan menjamin hak kesehatan masyarakat. Namun kali ini yang kami sosialisasikan adalah BPJS Ketenagakerjaan, baik penerima upah maupun pekerja mandiri sebaiknya mendaftarkan sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya saat sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara yang digelar di Alam Wisata Cimahi (AWC) Jalan Kolonel Masturi Kota Cimahi, Sabtu (8/2/2020).

Agung menyebutkan, banyak manfaat yang bisa didapat masyarakat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Salah satunya, adalah sebagai pelindung dirinya jika mengalami kecelakaan. “Saya beberapa kali ketemu dengan para pedagang, karyawan perusahaan dan saya tanya, sudah belum punya BPJS Ketenagakerjaan? Belum pak saya belum punya maka dari itulah saya menyelenggarakan kegiatan ini,” tuturnya.

Kegiatan tersebut sengaja digelar Agung menggabungkan antara sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa den bernegara digabungkan dengan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. “Ini nyambung dan saya berharap dengan adanya pemahaman ini masyarakat dan tim saya juga guru-guru dari SMKN 2 Cimahi untuk mendengarkan dengan harapan mereka bisa bercerita dan mengajak menjadi peserta BPJS Ketenagalerjaan,” ungkapnya.

Khusus timnya yang tergabung dalam rumah aspirasi Agung Budi Santoso, setidaknya ada 142 orang diberikan BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung langsung oleh rumah aspirasi Agung Budi Santoso.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir, Singgih Marsudi mengatakan, dari 80 juta pekerja di Indonesia sekitar 52 juta atau 40 persen sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Itu menjadi suatu kepercayaan masyarakat bagi kami, tapi kenapa masih ada sisa maka dari itu perlunya menggandeng pemerintan dan DPR untuk mengedukasi masyarakat soal pentingnya jaminan sosial ini,” tuturnya.

Setidaknya, sebut Singgih, menggendeng kemitraan dengan DPR, terget 100% atau 82 juta pekerja di Indonesia agar bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “82 juta itu pekerja yang formal dan sekitar 42 juta tenaga informal belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Makanya, sambung Singgih, diperlukan peran semua pihak agar bagaimana caranya bisa mengetahui manfaat setelah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Sekarang peserta cenderung masih banyak dari perusahaan, yayasan dan masyarakat melalui wadah bukan penerima upah bisa dafatar mandiri tanpa melalui perusahaan dengan premi terendah Rp 16.800 sebulan,” ungkapnya.

Singgih menyebutkan, manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan sama dengan pekerja yang bepenghasilan tinggi. “Prinsipnya gotong royong si kaya membantu si miskin agar saling bantu, dengan target kami 82 juta masyarakat Indonesia menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya. (wie)

Editor M Bowie




Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close