Kota BandungPeristiwaRagam Terkini

Shaibir Meradang, Tuding Musda Aspetri Cacat Hukum

BANDUNG– Musyawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah (Pengda) Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (Aspetri) Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Barat timbulkan polemik.

Pengurus lama menuding musda cacat hukum. Sementara pemgurus yang baru sudah sesuai mekanisme.

Musda sendiri dilaksanakan di Grand Hotel Pasundan Jalan Peta No 147-149 Sukaasih Bojongloa, Bandung pada Kamis (27/2/2020).

Mantan Ketua Asosiasi Pengobatan Tradisional Ramuan Indonesia Pengda (ASPETRI) Jabar, Shaibir Hir Jonjoa.MA, kecewa dirinya tidak diundang merembuk kepanitian dalam musda.

Pihak panitia hanya memberikan surat, tanpa amplop di dalam map. “Idealnya pakai amplop biar lebih elegan. Aspetri itukan organisasi yang besar masa seperti itu. Secara aturan sudah melanggar AD/ART organisasi karena di musda harus ada Sertijab antara ketua yang lama dan yang baru,” kata Shaibir ditemui di rumahnya.

Shaibir menentut, Ketua Umum Aspetri untuk segera diganti. “Secara organisasi masalah ini saya serahkan ke dewan  penasehat, tetapi secara pribadi akan melakukan langkah hukum,” pungkasnya.

Dikonfirmasi, Ketua Umum Aspetri Pusat Anhar mengatakan, musda sudah sesuai AD RT organisasi. “Kita memberikan surat untuk mengadakan Musda, itu seluruh Indonesia ada 18 DPD. Kita juga memberikan surat tugas untuk Aspetri Jawa Barat,” katanya.

Pihaknya juga sudah melayangkan
surat kepada pengurus yang lama. “Untuk ketua yang lama sebelumnya sudah dihubungi lewat telepon tetapi tidak ada jawaban, karena roda organisasi harus terus berjalan ini sudah demisioner,” sebutnya.


Disinggung masalah undangan Musda Aspetri, Anhar, mengatakan, bahwa pusat sudah memberikan mandat. “Untuk kepengurusan 2015-2019 sudah habis atau demisioner untuk menjalankan atau melanjutkan roda organisasi,” tuturnya.

Musda itudiambil alih oleh pusat jika daerah tidak melaksanakan atau demisioner. 

Anhar pur menerangkan, Aspetri ini hampir dua periode mati suri tidak ada pergerakan. “Kebetulan saya pengurus
dan aktif di sana. Pak Saibir juga saya tahu. Dia sudah demisioner waktu itu yang namanya pengurus lama itu tidak ada SK memang mati suri,” katanya.

Dewan Penasehat Aspetri, Teungku, mengatakan, berdasarkan AD RT organisasi, musda diselenggarakan oleh daerah. Sebelum pelaksanaan, pengurus daerah mengadakan rapat interen dulu untuk membentuk kepanitiaan. 

“Kecuali bila pihak daerah itu sudah tidak mampu mengadakan Musyawarah daerah karena suatu hal, maka pusat bisa mengambil alih.” ungkapnya. (cecep darojak).

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close