ArtikelPemerintahanRagam Terkini

Bupati Harus Berani Tempatkan ASN Muda

Pascastatement Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada apel tempo hari, sebagian masyarakat utamanya di medsos ramai membahas rotasi/mutasi pejabat di lingkungan Pemda KBB.

Rasa-rasanya, Bupati sudah ada pada titik kulminasi kesal akan kinerja beberapa pembantunya di pemerintahan. Puncaknya saat Ngariksa Lembur dan tidak ada satupun pejabat di KBB yang menanyakan apa temuan dari Ngariksa Lembur yang dilaksanakan oleh Bupati.

Faktor di atas menjadi salah satu kode akan adanya rotasi/mutasi di lingkungan pemerintahan.

Dalam proses rotasi/mutasi ini, saya rasa Bupati perlu mencontoh timnas Jerman dengan Joachim Low dan Prancis dengan Didier Deschamps saat menjadi juara piala dunia.

Kombinasi pemain muda dan pemain berpengalaman menjadi kunci keberhasilan kedua timnas tersebut saat menjadi juara piala dunia.

Begitupun dengan roda pemerintahan di KBB, Bupati perlu berani memberikan tempat kepada ASN muda yang berprestasi dan memiliki kinerja bagus tanpa mengesampingkan para ASN senior yang memang sudah teruji kinerja dan integritasnya.

Bupati tidak perlu takut untuk mengesampingkan pejabat senior di KBB bila kinerjanya dirasa kurang memuaskan.

Hari ini Bupati perlu menegaskan posisinya sebagai Joachim Low atau Didier Deschamps bukan sebagai gelandang pengangkut air seperti Khedira atau Kante.

Bupati ialah pemegang mandat rakyat dan diaminkan oleh konstitusi untuk mengatur formasi dan kebutuhan ASN yang akan membantunya mensukseskan visi misi KBB ke depan.

Adanya pejabat yang kurang proaktif dan kurang peka terhadap masyarakat harus dijadikan momentum debirokratisasi di KBB, sesuai dengan pidato Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Kita masih ingat dengan kebijakan mengejutkan yang diambil oleh Didier Deschamps yang tidak memanggil Benzema di Piala Dunia 2018 karena alasan indisipliner dan takut mengganggu harmonisasi tim.

Namun nyatanya, Prancis juara.
Begitupun langkah yang harus diambil oleh Bupati, bila ada ASN senior di KBB yang dirasa tidak bisa mengikuti visi misi Bupati ke depan, singkirkan.

Para pejabat di KBB harus berani meninggalkan meja kerjanya untuk lebih proaktif terhadap permasalahan di masyarakat. Paradigma birokrasi yaitu bekerja di belakang meja sudah tidak terpakai di era kekinian.

Mobilitas, fleksibilitas, dan integritas akan menjadi faktor utama kinerja birokrat terasa/tidaknya di mata masyarakat.

Akhirul kalam, Pak Bupati tunjukkan kepada seluruh masyarakat KBB bahwa hari ini Bupati adalah Joachim Law, bahwa hari ini Bupati adalah Didier Deschamps. Berhenti menjadi Khedira atau Kante. Biarkan para pembantu di lingkungan pemerintahan KBB yang berbagi peran sebagai gelandang, striker, bek, kiper, bahkan pemain cadangan sekalipun yang sewaktu-waktu bisa dipakai saat tim membutuhkan. ***

Oleh : Moch Galuh Fauzi
Direktur Eksekutif Sundanesia Digdaya Institute

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close