KesehatanNgamprahRagam Terkini

RSUD di KBB Siap Tampung Pasien Covid-19

NGAMPRAH– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menyatakan kesiapannya dalam penanggulangan Covid-19. Langkahnya, adalah koordinasi dengan Pemprov Jabar dalam penanganan pasien Covid-19.

“Rumah Sakit Umum Daerah di KBB masuk dalam lapisan kedua. Jika overload tujuh rumah sakit di Jawa Barat yang menjadi rujukan pasien Covid-19, kita sudah siap,” ujar Sekda Bandung Barat, Asep Sodikin saat Rapat Koordinasi dengan Komisi III DPRD Jawa Barat di ruang rapat Sekda, Jumat (20/3/2020).

Kondisi itu diketahui usai sejumlah anggota DPRD Provinsi Jabar Daerah pemilihan Jawa Barat III (Kabupaten Bandung Barat) melakukan monitoring penanganan COVID-19 di KBB. Anggota DPRD tersebut yaitu, Tobias Ginanjar, Elin Suharliah, Edi Rusyandi, dan Aef Nurdin. 

Dalam rakor tersebut, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil III, Aep Nurdin mengkritisi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terkait kebutuhan alat pelindung diri (APD) yang saat ini sangat dibutuhkan.

“Kita dewan dari dapil Bandung Barat melakukan monitoring ke pemda KBB terkait COVID-19. Kita ingin mengecek bagaimana kesiapan mereka,” kata anggota DPRD Jabar Fraksi PKS, Aef Nurdin. 

Menurut Aef, kebutuhan ADP sesuai standar sangat diperlukan oleh perawat yang menangani pasien Covid-19.

“Kita lakukan monitoring sekaligus berkoordinasi dengan sekda, kepala dinas kesahatan terkait kurangnya APD di rumah sakit. Lalu pentilator, ruang isolasi kalau misalkan rumah sakit pertama rujukan penuh otomatis RS daerah akan dipakai nantinya,” ujar Aep.

Pemerintah, sambungnya, harus segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi atas kelangkaan APD tersebut.

Sebab saat ini di Bandung Barat sudah ada 42 orang yang masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) Chovid-19.

“Mudah-mudahan bisa segera teratasi, karena data Dinkes di Bandung Barat sudah ada 42 orang ODP,” kata dia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan Bandung Barat untuk melakukan koordinasi intensif dan memitigasi atas kondisi tersebut.

“Penanganan perlu ditingkatkan koordinasi sudah jalan karena ini masih sifatnya pengawasan belum kepada siaga 1,” jelas dia.

Bandung Barat memiliki tiga rumah sakit umum daerah (RSUD), yaitu RSUD Cililin, RSUD Cikalong Wetan, dan RSUD Lembang. Ketiganya, masih kekurangan ruangan isolasi, pentilator, dan APD bagi tenaga medis. 

“Dari tiga rumah sakit yang ada di KBB, mereka masih sangat kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan, pentilator, dan ruang isolasi. Kalau rumah sakit rujukan pertama penuh, otomatis RSUD akan dipakai nantinya. Jadi memang harus dipersiapkan,” ucap Aef. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Hernawan Widjajanto mengatakan, jika ada suspek Corona dan APD tinggal sedikit, maka pasien bisa dirujuk ke rumah sakit dengan jumlah APD yang memadai.

Hingga saat ini lanjut dia, 42 pasien dalam pengawasan Corona atau suspek Corona di Bandung Barat.

“Bandung Barat masih ODP, kalau ada PDP pasti kita rujuk ke rumah sakit lini satu karena untuk perawatan di kita belum memenuhi. Paling di observasi saja,” pungkas dia. (wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close