NgamprahPemerintahanRagam Terkini

Perusahan di KBB Bandel, Surat Edaran Bupati Soal Corona tak Digubris

NGAMPRAH– Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kesal. Kendati telah mengeluarkan larangan keras bagi pelaku usaha untuk menghentikan produksinya sementra waktu tak digubris.

Kepala Disnakertrans KBB, Iing Solihin

Larangan tertuang dalam surat edaran Bupati Bandung Barat Nomor 800/756-Disnakertrans tentang perlindungan pekerja dan kelangsungan usaha dalam rangka mencegah dan penyebaran wabah corona virus disease (Covid-19).

Surat itu pun menindaklanjuti surat edaran Mentri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No M/3/HK. 04/III/2020 tentang perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Kepala Disnakertrans KBB, Iing Solihin mengatakan, perusahan di KBB agar mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada pekarja/buruh dengan mengintegrasikan program K3 serta pemerdayaan panita keselamatan dan kesehatan kerja (P2K3) dan optimalisasi fungsi pelayanan kesehatan kerja di perusahaan.

“Untuk itu sementara waktu kegiatan dihentikan dan dibatasi seluruh dan sebagian usaha yang ada di perusahaan sampai batas minimal,” kata Iing, Kamis (26/3/2020).

Batas minimal yang dimaksud adalah jumlah pekerja, waktu kegiatan dan fasilitas oprasional sesuai dengan situasional dan kondisional.

“Nah dalam melaksanakan perlindungan pengupahan bagi pekerja terkait pendemi Covid-19 mengacu pada surat edaran menaker agar melakukan perundingan bipartit,” tandasnya.

Sementara itu, kendati sudah ada surat edaran, masih ada saja perusahaan di KBB yang berproduksi.

Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) KBB, Dede Rahmat membenarkan, pekerja industri manufaktur lebih dari puluhan juta orang di Bandung Barat, belum meliburkan pekerja atau memberlakukan work from home (WFH).

Hal tersebut, kata dia, tidak akan terealisasi pemutusan mata rantai penyebaran virus corona kalau tidak disertai dengan kebijakan yang efektif.

“Diperlukan ketegasan dari kepala pemerintah KBB (bupati) atau kepala dinas terkait (Disnakertran). Sepanjang pabrik masih beroperasi, penyebaran virus Corona (Covid-19) akan semakin masif pekerja/buruh rentan terinfeksi virus tersebut,” ujar Dede. (wie)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close